A BIG WELCOME FROM WARSYI

selamat datang di blog LADESTA,,,,,,,,,,,,,,,
ini adalah salah satu blog Alumni PP. Nurul Haramain NW Narmada
maaf jika dalam blog ini banyak kekurangan dan belum sempurna,,,,,,

Saturday, November 30, 2013

CONTOH TES KOMPETENSI DASAR CPNS


        Ada dua jenis tes pada ujian seleksi CPNS , Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang. Berdasarkan kisi-kisi soal tes CPNS , soal tes TKD terdiri dari tiga kelompok, yaitu: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Berikut rincian kisi-kisi tes TKD berserta contoh soal yang bisa didownload secara gratis

Tes wawasan kebangsaan yang dimaksudkan untuk menilai penguasaan pegetahuan dan kemampuan mngimplementasikan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan Indonesia, meliputi:
1. Pancasila | Download Contoh Soalnya
2. Undang-Undang Dasar 1945 | Download Contoh Soalnya
3. Bhineka Tunggal Ika | Download Contoh Soalnya
4. NKRI yang meliputi:
      --> Sistem tata negara, baik pusat maupun daerah | DOWNLOAD
      --> Sejarah perjuangan bangsa | DOWNLOAD
      --> Peranan Indonesia dalam tatanan regional maupun global |DOWNLOAD
      --> Kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar |DOWNLOAD

Tes intelegensi umum terdiri dari:
1) Tes Kemampuan Verbal
     - Tes Sinonim (Persamaan Kata) (Download Contoh Soalnya)
     - Tes Antonim (Lawan Kata) (Download Contoh Soalnya)
     - Tes Padanan Hubungan Kata (Download Contoh Soalnya)

2) Tes Kemampuan Numerik
     - Tes Aritmetik (Hitungan) (Download Contoh Soalnya)
     - Tes Seri Angka dan Tes Seri Huruf (Download Contoh Soalnya)
     - Tes Logika Angka (Download Contoh Soalnya)

3) Tes Kemampuan Berpikir Logis (Download Contoh Soalnya)

4) Tes Kemampuan Berpikir Analitis (Download Contoh Soalnya)

Tes karakteristik pribadi dimaksudkan untuk menilai:
   1) Integritas diri;
   2) Semangat berprestasi;
   3) Orientasi pada pelayanan;
   4) Kemampuan beradaptasi;
   5) Kemampuan mengendalikan diri;
   6) Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas;
   7) Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan;
   8) Kemampuan bekerja sama dalam kelompok;
   9) Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain;
   10) Orientasi kepada orang lain; dan
   11) Kreativitas dan inovasi.

Komposisi soal tes TKD yang berjumlah 200 soal terbagi menjadi 3 bagian yaitu 25% tes pengetahuan umum, 25% tes wawasan kebangsaan, dan 50% tes karakteristik pribadi. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal TKD biasanya selama 180 menit. Soal tes TKD dibuat oleh Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri.

Setelah lulus tes TKD barulah kemudian mengikuti tes yang kedua, yaitu Tes Kemampuan Bidang (TKB). Soal tes TKB disusun dan ditetapkan oleh masing-masing instansi pembina jabatan fungsional.

SEMOGA BERMANFAAT...

Thursday, October 17, 2013

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA

# APA ITU PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA (RPB)?

Di dalam Draf Pedoman Penyusunan RPB ini tidak ada definisi yang jelas mengenai apa itu "Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana" dan "Rencana Penanggulangan Bencana". Di dalam UU PB dan PP 21/2008 ttg Penyelenggaraan PB pun tidak ada definisi mengenai apa itu "Rencana Penanggulangan Bencana". Mungkin dalam hal ini semua orang dianggap paham dengan sendirinya ttg pengertian kata-kata itu, padahal kenyataannya tidak.

Pada Draf Pedoman Penyusunan RPB diuraikan ttg tujuan Pedoman Penyusunan RPB, yaitu: "Memberikan pedoman atau panduan dalam menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (disaster management plan) yang terarah, terpadu dan terkoordinasi di daerah tingkat Propinsi / Kabupaten / Kota."

Sedangkan ruang lingkup Pedoman Penyusunan RPB ataukah Penyusunan RPB (?) adalah:
1. pengenalan dan pengkajian ancaman bencana;
2. pemahaman tentang kerentanan masyarakat;
3. analisis kemungkinan dampak bencana;
4. pilihan tindakan pengurangan risiko bencana;
5. penentuan mekanisme kesiapan dan penanggulangan dampak bencana; dan
6. alokasi tugas, kewenangan, dan sumber daya yang tersedia.


SIAPA YANG MENYUSUN PEDOMAN PENYUSUNAN RPB? 

Yang menyusun Pedoman Penyusunan RPB adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


DAN SIAPA YANG MENYUSUN RPB?

Yang menyusun RPB adalah Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dalam pelaksanaan penyusunan RPB dikoordinasikan oleh BNPB (dan BPBD?). RPB ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Derah (Psl 36 UU PB) dan Psl 5 PP 21/2008).

Pertanyaannya adalah dalam penyusunan RPB ini, entah di tingkat Pusat maupun Daerah (Tingkat I & II) tidak melibatkan pihak-pihak berkepentingan yang lain? Kalau ada pelibatan para pihak yang berkepentingan itu, siapa saja para pihak tersebut dan bagaimana mekanismenya? Bagaimana peran masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, apakah hanya dianggap sebagai obyek ataukah menjadi subyek?


MENGAPA MESTI MENYUSUN PEDOMAN PENYUSUNAN RPB?

Jawaban bagian ini tampaknya tidak perlu dieksplorasi lagi karena wilayah Indonesia yang memang terletak di daerah yg sangat rawan bencana. Juga lihat point Tujuan di atas.


APA ISI PEDOMAN PENYUSUNAN RPB?

Secara singkat Pedoman Penyusunan RPB itu berisi panduan dan petunjuk untuk menyusun RPB. 


BAGAIMANA MENYUSUN PEDOMAN PENYUSUNAN RPB?

RPB ini dititikberatkan pada rencana yang disusun pada saat situasi normal, yakni pada saat tidak terjadi bencana. Oleh karena itu pada tahap ini masih cukup banyak waktu untuk merencanakan semua kegiatan yang meliputi dari 4 (empat) tahap dalam penanggulangan bencana.

Pada tahap ini pula dapat juga direncanakan semua kegiatan untuk semua jenis ancaman (hazard) yang dihadapi oleh suatu wilayah dan kerentanan (vulnerability). Oleh karena lingkup kegiatan luas dan jenis ancaman cukup banyak, maka para pelaku (stakeholder) yang terlibat juga akan lebih banyak.

Berdasarkan kondisi tersebut, maka sifat dari Rencana Penanggulangan Bencana ini adalah :
- lintas tahapan (multi phase)
- lintas ancaman (multi hazard)
- lintas pelaku (multi stakeholder)

Proses penyusunan RPB antara lain:
1. Pengenalan dan pengkajian bahaya/ancaman
2. Pengenalan Kerentanan dan kemampuanMasyarakat 
3. Analisis Kemungkinan Dampak Bencana
4. Pilihan Tindakan Penanganan Risiko Bencana
5. Mekanisme Kesiapan dan Penanggulangan Dampak Bencana
6. Peran dan Fungsi Instansi Terkait
7. Peran dan Potensi Sumberdaya Masyarakat
8. Rencana Aksi

Kunci dari penyusunan RPB ini adalah pada analisa ancaman (hazard), analisa kerentanan (vulnerability) dan analisa kapasitas/kemampuan (capacity). Akan tetapi bagian ke tiga tersebut masih sangat umum, sehingga dalam pelaksanaannya nanti pasti para penyusun RPB akan kebingungan. Bahkan pada bagian analisa kerentanan dan analisa kapasitas/kemampuan sangat sedikit sekali uraiannya, padahal bagian ini ilmunya belum begitu berkembang di Indonesia. Setahu saya, baru Forum Merapi di DIY - Jateng yg telah mengaplikasikan analisa kerentanan dan analisa kapasitas ke dalam praktik, tapi itu pun hanya untuk satu ancaman yaitu Gunung Merapi. Dalam kenyataannya di lapangan, ancaman yang dihadapi bersifat multi ancaman dan banyak variabel yang mesti dipertimbangkan.

Pertanyaannya adalah apakah nanti akan dibuat semacama petunjuk teknis utk membuat analisa ancaman, analisa kerentanan dan analisa kapsitas?


APA BEDA RPB DENGAN RAD PRB?

Di dalam UU PB dan PP 21/2008 disebutkan ttg RPB dan Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana (RAD PRB). Akan tetapi di dalam draf Pedoman Penyusunan RPB sama sekali tidak disebutkan apa beda dan apa persamaan keduannya.


Akhir kata, secara umum draf Pedoman Penyusunan RPB ini belum bisa menjawab bagaimana cara menyusun RPB. Segala sesuatu di dalam uraian draf Pedoman Penyusunan RPB ini masih umum-umum saja, sehingga dalam praktik kemungkinan besar malah akan menambah kebingungan baru bagi para pejabat di Pemerintahan (Pusat/Tk. I/Tk. II). Namun demikian jelas akan ada yg akan diuntungkan dari kebingungan itu, yaitu para konsultan dengan mendapatkan proyek "menyusun RPB". 

Friday, June 7, 2013

Haroun Al-Roosevelt

oleh : TGH. Hasanain Djuaini[Yang Pantas Dikenang]



Tahun 1890-an adalah masa-masa depressi sosial yang akut di Amerika Serikat. Kota paling terdampak adalah New York City yang saat itu berada ditangan Wali Kota Willian L. Strong. Disinilah lima buah kota horror menumpuk: Manhattan, Brooklyn, the Bronx, Queens, and Staten Island.

Wali Kota yang dipilih oleh fusi partai Demokrat dan Republik mendapat tekanan untuk menyelesaikan masalah keamanan kota-kota tersebut. Dia beruntung menemukan seorang pemuda [1895], dialah Franklin Delano Roosevelt diangkat menjadi staff Tata Kota pada komisi kebersihan kota. Roosevelt menolak jabatan itu dan meminta sebuah jabatan yang diidamkannya karena dia merasa mampu melakukannya yaitu "President of the Police Commission". Wali Kota William Strong mengabulkannya.

Ada tiga hal menarik dari pemuda 36 tahun ini [ lahir di Hyde Park, New York, 30 Januari 1882 – meninggal di Warm Springs, Georgia, 12 April 1945 pada umur 63 tahun]:
1. Sejak kecil Roosevelt banyak membaca kisah2 para pembesar dunia dan sangat terinspirasi oleh nilai-nilai kepahlawanan mereka. Dalam kisah 1001 dia menemukan sosok jagoan bernama Harun Al-Rasyid, khalifah ke lima bani Abbasiyyah yang telah mengubah Baghdad menjadi kota terhebat di dunia kala itu. Langkah tak kenal ampun itulah yang membuat seorang brandalan bernama Rony Dappit meracuninya sehingga ia mengalami kelumpuhan. Namun dia berjaya melawan kelumpuhan dan sembuh total untu kembali ke gelanggang politik dengan lebih berani. Sebuah kata-kata magic yang dikenang orang dari Roosevelt adalah: 

" Satu-satunya yang harus kita takuti adalah rasa takut itu sendiri ". 

2. Ketika menjadi kepala kepolisian, setiap malam Roosevelt meronda kota-kota horornya untuk melibas para bandit, penjudi, pemabuk dan meringkus boss mafia mereka; pada saat yang sama dia melindngi dan melayani para gelandangan yang tercecer dipinggiran jalan, emper2 toko dan kolong jembatan. Tehnik ronda malam itupun dia tiru dari idolanya Khalifah Harun Al-Rashid, sehingga dia sendiri dijuluki oleh koran2 dan Majalah New York dengan julukan "Haroun Al-Roosevelt";

3. Kehebatan jagoan muda 36 tahun ini akhirnya tersebar merata disekujur Amerika Serikat dan mengantarkannya menjadi Gubernur New York [1929 – 1933] lalu sejak tahun 1933 - 1945 dengan mudahnya Si Haroun Al-Roosevelt menjadi Presiden Amerika serikat yang ke 32. Dialah satu-satunya presiden Amerika Serikat yang menduduki kursi itu sebanyak 4 priode berturut-turut.

Setelah Abraham Lincol dan George Washington, maka Haroun Al-Roosevelt inilah pujaan Amerika karena kerja-kerja heroisnya yang terkait dengan: 

1. mengelarkan Amerika Serikat dari masa Depressi akut;
2. kemampuannya membendung dan mengalahkan kemegahan Jerman dan Jepang dalam perang dunia pertama dan kedua yang akhirnya menjadikan Amerika Super Power dunia dan
3. Dialah yang bekerja keras sehingga Liga Bangsa-Bangsa yang sudah bangkrut bisa bangkt lagi menjadi UNO atau PBB.

Sayang berjuta kali sayang, di kemudian hari, seorang ingusan Amerika yang tak tahu diuntung, anak beranak bernama George Bush datang menziarahi Kota Baghdad dan menaburkan peluru, mortir dan bom diatas pusara Harun Al-Rosyid, mencabik-cabik negerinya dan mengadu domba penduduknya. 

*** POROX POROX MOMOT: 21
[Surat Rahasia Harun Al-Rosyid], Insya Allah

Sunday, June 2, 2013

ISRA' & MIKRAJ: 2 [Peristiwa Kenangan]

oleh : TGH. Hasanain Djuaini



Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Mula-mula saya gerah betul dengan sebuah pertanya:

"Tahukan anda seorang raja muslim yang dibangga-banggakan ternyata tidak pernah sekalipun membayar zakat?"

Sungguh pertanyaan itu tak masuk akal sehat sehingga saya berfikir bahwa itu sekedar hoax yang ingin mempermalukan ummat islam saja. Tapi ternyata setelah saya menelaah eksiklopedi, jawabannya sangat jelas. Diala Sholahuddin Al-Ayyubi sang pahlawan besar yang mendapatkan respek lawan dan kekal abadi dalam sanubari setiap muslim yang mengenalnya.

Nah mengapa beliau tidak pernah membayar zakat hartanya? Tidak lain karena selama umurnya beliau tidak pernah memiliki harta yang jumlahnya sampai mencapai nishob. Subhanallah.

Malam Jum'at, tepat tanggal 27 Rajab tahun 583 H, delapan ratus lima puluh tiga tahun yang lalu, Raja Kristen Balian menyerah kepada Shalahuddin Al-Ayyubi yang telah mengepung Al-Quds selama 12 hari. Itulah kenangan pertama ummat Islam terkait dengan Peringatan Peristiwa Isra' Dan Mikraj Rasuullah s.a.w.

Pada pihak Kristen, kenangan itu menjadi puncak rasa malu yang tiada terkira, demikian tulis Karen Armstrong dalam bukunya Perang Salib II. mengapa gerangan demikian? Karena pada perang Salib I, disaat tentara Frank merebut Al-Quds, mereka membantai 85,000 lebih ummat Islam yang berlindung di dalam Masjid, sehingga kaki-kaki kuda yang mereka pakai memburu dan membantai ummat yang sudah tidak berdaya itu tenggelam sampai kelututnya oleh jenazah bercampur darah. 

Kini apa yang dilakukan Shalahuddin atas mereka bukanlah balas dendam, tapi sebaliknya unjuk kasih sayang.

Dr. Ali Muhammad As-Syalabi dalam bukunya "Shalahuddin Al-Ayyuby" Menukilkan syair yang dibaca shalahuddin ketika itu:

Saat kami berkuasa
Tabiat kami adalah memberi maaf
Tapi, saat kuasa ditangan kalian
maka yang menebar adalah dendam dan darah

Kalian menghalalkan darah para tawanan
Tapi di tangan kami, 
tawanan mendapatkan kasih sayang dan kedamaian
Kami di sini dan kalian disana, sungguh jauh berbeda

Sebuah bejana 
hanya dapat mengeluarkan
isi sesungguhnya 
yang dikandungnya.

Dalam perjanjian damai yang telah dicapai, Shalahuddin berjanji untuk membebaskan semua tawanan yang berjumlah lebih dari 60,000 orang dengan tebusan 1000 dirham perorang. Kembalilah rasa malu berganda tercoreng di jidat Ummat Kristiani dunia, karena sejarah mencatat bahwa ketika ribuan pembesar Kristen keluar Palestina membopong seluruh harta milik mereka yang berlimpah, membiarkan jemaat mereka yang miskin tetap tersandera tanpa ada yang sudi menolong, bahkan sampai batas waktu 60 hari yang disediakan masih tersisa begitu banyak sandera miskin yang terancam menjadi budak.

Shalahuddin kemudian meminta bagiannya, sebagai panglima, atas harta rampasan dan saat itu juga dihabiskan untuk menebus seribu orang sandera. Beliau lalu membebaskan mereka untuk pergi dengan damai. Setelah itu beliau memerintahkan kepada jendral-jendral muslim yang lain untuk melakukan hal yang sama, sehingga hampir seluruh tawanan dapat bebas. Akhirnya dengan haknya sebagai Pemimpin Ummat Islam dia meminta untuk diizinkan memberikan maaf kepada sisa tawanan sehingga tak tersisa satupun diantara mereka yang harus dipaksa menjadi budak.

Ummat Kristen di Barat tidak tega menghapus tulisan sejarah yang sungguh telah memuliakan darah mereka sehingga mereka memberikan kenangan manis kepada Shalahuddin melalui sebuah film kolosal The Kingdom of Heaven alias Kerajaan Ala Syurga. Mereka memanggil musuh yang mereka hormati itu dengan nama Saladdin.

Kembali saya masukkan catatan Karen Armstrong yang secara kontras membandingkan perlakuan Bangsa Inggris kepada Pahlawan Agung mereka Richard The Lion Heat, lawan tanding Shalahuddin itu, bahwa untuk pulang ke Inggris Richard harus terlunta-lunta dan bersembunyi sebagai pengemis karena kerajaan yang selama puluhan tahun dia tinggalka demi memenuhi seruan Paus Urban II untuk berperang membela kejayaan Agamanya merebut Palestina, saat itu sudah dikhianati dan dirampas. Richard mati terhina, berbeda dengan Shalahuddin yang terus diagungkan dan dijadikan symbol keberanian dan kasih sayang serta keikhlasan membela Agama Allah.

Malam Rabu, 27 Shafar 589 H, Ibnu Syidad dalam Kitabnya: An-Nawadir As-Sulthoniyyah/hal 422 mencatat bahwa Shalahuddin Al-Ayyuby meninggalkan dunia fana dengan hanya mewariskan uang sebanyak 1 dinar dan 36 dirham, jumlah yang tidak cukup untuk membiayai pemakamannya sehingga kadhinya Al-Fadhil harus meminjamkan uang untuk keperluan itu. Tidak ada rumah tidak ada tanah, kebun maupun ladang.

Hari itu adalah hari yang 12 dari sakit demam yang beliau derita, bertepatan dengan suara Syaikh Abu Ja'far membacakan Al-Qur'an surat Al-Hashr ayat 22: 

"Dialah Allah yang tiada Ilah selain Dia, yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". Shalahuddin berseru "Benar... benar...benar...La ilaaha illa Allah"

Sulthon agung yang tak pernah berzakat itupun menemui robb-nya.
==============
NB. Shalahuddin dilahirkan di Tikrit, kelahiran Shaddam Husein, di Wilayah Kurdi yang kini sudah dihapus dari peta sejarah oleh para imperialis. Akankah ummat Islam juga hendak menghapus beliau dari benak mereka hanya karena berbeda kesukaan? Dia cinta perjuangan sementara kita cinta kekayaan? Nauzubillah

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Narmada, 3 Juni 2013
25 Rajab 1434 H.

ISRA' & MIKRAJ: 1 [Simbolisasi Peristiwa]

oleh : TGH. Hasanain Djuaini



Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sebuah sel adalah pusat eksistensi meterial manusia, di sanalah tersimpan DNA dan GEN yang kemudian tumbuh dan menjelma menjadi tubuh seorang manusia. Tubuh manusia adalah miniatur alam semesta, karena itulah para ahli hikmah tidak memerlukan riset panjang untuk memahami globalisasi, sebagaimana para ahli biologi dapat menggunakan manusia untuk memahami tabiat alam luas. Konsep belakar dari alam pastilah berasal dari hakikat itu.

Inter koneksi mikro kosmos dengan makro kosmos laiknya sinar-kecil-padat yang diproyeksikan keluar yang berpendar dan meluas. Perhatikan Firman Allah SWT: "Barang siapa memfasilitasi kehidupan seorang manusia sama artinya dengn menghidupkan semua orang - QS. Al-Maidah: 32]". 

Ketika para geolog mengukur panjang keliling dunia, didapatkan jarak sepanjang 44,000 km dan di sisi lain, para biolog menemukan bahwa panjang urat-nadi dan syaraf manusia [jika disambungkan semuanya] akan mencapai panjang 44,000 km. Para ahli hikmah kemudian menyimpulkan makna bahwa jika demikian maka dalam setiap denyut nadi, darah berputar melalui jarak 44,000 km yang berarti dalam setiap menit, manusia [darahnya] telah keliling dunia minimal 60 kali lebih. Ingat . . . darah adalah air kehidupan.

Peristiwa Isra' dan Mikraj, secara simbolis adalah perjalanan hidup manusia untuk mencapai kesempurnaan. Dimulai dari proses Isra' [jalan datar] yang menggambarkan peri kehidupan hablun minal makhluq yang harus berpangkal dan berakhir dari masjid ke masjid. Ditengah-tengah itulah terdapat "BaarakNA haulahu [QS. Al-Isra': 1 -3]", dimana manusia berupaya mencari berkah [memperluas manfaat karunia yang mereka terima dari AllahSWT.] Dilanjutkan dengan proses Mikraj menggambarkan bagaimana manusia menggapai kesempurnaan eksistensi sebagai makhluk Insan al-kaamil.

Sweet Seventeenth, sebuah idiomatik untuk menggambarkan tentang masa keemasan yang paling indah bagi manusia. Al-Qur'an juga identik dengan itu, karena pada surah ke 17-lah peristiwa Isra' Mijkraj dikisahkan. Sebagaimana Kisah Maryam, Gadis sholeh ibu Isa a.s. dikisahkan pada surat bernomor 18 [usia gadis mulai beranjak matang].

Itulah periodisasi (1) yatluu Alaihim aayatiHI, dan (2) Yuallimuhumul kitaaba wal hikmah [QS. Al-Baqarah: 129], sedangkan dua periode lagi yaitu (3) Yuallimuhumul Himmah, dan (4) Yuzakkiiihim akan disimbolisasikan dalam kejadian Mikraj.

Mikraj [naik] adalah gambaran upaya manusia dalam menggapai puncak kesempurnaan yang harus melalui tujuh pintu2 langit. Dalam Hadits Rasullah s.a.w. digambarkan sebagai pertemuan-pertemuan bertingkat secara berurutan sbb:

Dilangit Pertama dengan Adam alaihissalam;
Dilangit Kedua dengan Isa dan yahya alaihimassalam;
Dilangit Ketiga dengan Yusuf Alaihissalam;
Dilangit Keempat dengan Harun Alaihissalam;
Dilangit Kelima dengan Musa Alaihissalam;
Dilangit Keenam dengan Idris alaihissalam;
Dilangit Ketujuh dengan Ibrahim Kholiilullah.
[HR. Bukhari dan Muslim]

(I) Pertemuan dengan Adam a.s. adalah tahap ilmu dasar dimana manusia harus belajar tentang penciptaan dirinya: Oleh siapa, untuk apa dan hendak kemana. Para sufi menghafal dengan baik ungkapan " Man 'arafa nafsahu faqod 'arofa Robbahu = dia yang mengenal dirinya akan mengatrkannya untuk dpt mengenal penciptanya";

(2) Pertemuan dengan Isa dan Yahya a.s adalah tahap tazkiatunnafsi, seperti proses yang dilalui para rahib dan budha yang harus mencapai kemampuan melepaskan diri dari kekangan materi / zuhud. Ali Syari'ati menggambarkan bahwa momentum diutusnya Isa a.s. membawa risalah Nasraniyyah adalah ketika Bani Israil tenggelam pada cinta dunia [Buku: Islam Dalam Persfektif]

(3) Pertemuan dengan Yusuf a.s. adalah pelajaran berhias dan memperindah diri dengan akhlaqul karimah, mencukupi diri kebutuhan2 primer sehingga melepaskan ketergantungan yang asosial kepada selain Allah;

(4) Pertemuan dengan Harun a.s. mengisyaratkan bahwa lidah adalah bagian tubuh manusia yang bisa bernilai setengah dari keseluruhan manusia itu sendiri seraca materi, karena lidah adalah senjata dakwah yang paling effektif;

(5) Musa a.s adalah Rasul Allah yang mencitrakan keberanian dan ketangguhan serta kemampuan meramu sistem dan taktik;

(6) Idris a.s. adalah teknokrat, penemu jarum jahit dan gunting sebagai isyarat bahwa urusan Dlaruriyyat memerlukan topangan Kamaaliyyat, dan akhirnya

(7) Pertemuan dengan Ibrahim Kholiilullah sebagai isyarat sebuah puncak dakian yang harus dicapai seorang hamba sehingga sampai pada taraf dicintai Allah SWT.

Di dalam Hadits riwayat Bukhari Muslim di atas dikisahkan pula bahwa Rasulullah diangkat menjadi kekasih Allah dengan firmannya: " Izan Anta Habiby = Dengan demikian engau telah menjadi kekasihKU". Dan bukti kasih itu adalah sebuah bingkisan yang berisi Shalat lima waktu dalam sehari dan semalam.

Fungsi Mukjizati dari peristiwa Israk dan Mikraj Rasulullah s.a.w. tetap dapat kita ambil hikmahnya dan menjadikannya iktibar dalam meniti jalan hidup kita menuju kesempurnaan hakiki.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Narmada, 2 Juli 2013
Rajab, 24 / 1434

Monday, April 29, 2013

SATU SATUNYA DIDUNIA

Oleh: TGH. Hasanain Juaini

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hanya satu-satunya kelompok sosial di dunia yang mencintai masjid lebih dari segala jenis bangunan lainnya, Itulah masyarakat Lombok. Gelar Pulau Seribu masjid untuk Lombok bukan pemberian tapi konotasi otomatis karena berbanding lurus dengan faktanya. Saya yakin, kelak dikemudian hari, ketika para ilmuwan sudah berjumlah banyak di Lombok, maka masjid2 ini akan dipakai sebagai 'center of excellent'. Optimis.

[Contoh saja] Sejak tiga tahun lalu, masyarakat Desa Tanak Beak, Narmada Lombok Barat telah membangun sebuah masjid yang sampai tahap ini telah menelan biaya lebih dua milyar rupiah. Masjid Nururrahim ini memiliki beberapa hektar tanah wakaf, namun masyarakat tidak sudi menggunakan sumber dana abadi mereka untuk membangun masjid itu. Mereka bergantian, kampung perkampung memenuhi jadwal kerja gotong royong. Ada juga program memborong pengecoran berbagai gedung dan upahnya mereka wakafkan untuk pembangunan masjid tersebut. Orang miskinpun tidak mau ketinggalan. Mereka punya caranya sendiri.

Itulah masjid, sebagai monumen mereka tentang agama sebagai pemersatu mereka, tentang kerja keras mereka, tentang kesabaran dan daya tahan mereka dan bahwa mereka bahkan melebihi Amerika Serikat yang patung Liberty-nya justru hadiah dari Negara lain, Francis.

Apapun argumennya, menomor duakan masjid di depan orang Sasak Lombok adalah tanda ketidak fahaman terhadap mereka. Pernah seorang penceramah mencemooh masyarakat yang terkesan menomor duakan kesejahteraan mereka sendiri daripada bangunan masjid dan pergi hajji, maka saya mendapat berondongan komplain dari masyarakat Tanak Beak: "mengapa anda membawa penceramah yang tidak mengerti bahwa mencintai Allah adalah landasan dari semua pengharapan kita?"

Mungkin maksud jamaah tadi adalah, manusia seharusnya menunjukkan dahulu pengorbanannya kepada hal-hal yang disukai Allah baru merumuskan permintaan dan ikhtiarnya? bukankah Berhajji dan membangun masjid adalah satu dari pengorbanan yang diperintah dan dicontohkan Rasulullah? 

Ada seorang calon jamaah haji, berangkat seorang diri, lalu diberi usulan agar dia menunda keberangatannya sampai istrinya punya ongkos hingga bisa berangkat bersama. Suami itu menjawab: "Bukankah multazam itu tempat paling makbul? Saya berangat dahulu nanti di sana saya bisa mendoakan istri saya agar segera punya ongkos dan beranagkat bersama jamaah lain atau kami bahkan bisa berangkat bersama?" Lihat betapa dahsyat optimisme jamaah ini terhdap janji Allah dan Rasulnya. Sesuatu yang tidak masuk dalam hitungan ala modern yang materialistis. 

Ada juga sebuah keluarga yang suaminya kurang sehat, istrinya menyerahkan uang kepada panitia masjid sebagai wakaf dan minta didioakan oleh jamaah agar penyakit suaminya segera mendapat jalan kesembuhan dari Allah SWT. Dan memang sembuh.

Satu hari, dilaksanakan pertemuan Panitia Pembangunan, saya menyampaikan keluhan para intelektual kita yang sering kesal dengan bangunan masjid2 megah namun jamaahnya tidak banyak. Seorang tua uzur angkat bicara: "Kami orang bodoh, hanya bisa mununjukkan cinta kami pada agama dengan cara mengerjakan bangunannya. Untuk urusan meramaikan jamaah? itulah bagian anda orang2 pintar untuk mengaturnya kami." Wow saya tidak punya kata lain selain kekaguman pada semangat mereka.

Mengacu pada isi diskusi di FDMN ini, saya sampaikan pengandaian, sekiranya Islamic Center NTB dan Menara Asmaul Husna-nya tidak dilanjutkan oleh Pemerintah [dengan argmen apapun juga], apa tindakan kita? Mereka serentak mengacungkan tangan dan meminta saya untuk memimpin melanjutkannya. Pate'en* dengan Pemerintah yang telah tega membangun Per-WC-an alias JAMBANISASI ratusan milyar namun tak sudi membangun masjid sebagai pemersatu semangat ummat.

Beberapa hari setelah itu, saya sampaikan hal itu kepada Tuan Guru Shafwan Hakim, beliau dengan semangat menjawab "Siap. Kita lanjutkan jika Pemerintah dan sebagian masyarakat NTB memang lepas tangan". 

Tak ada bandingannya di dunia ini, semangat membangun masjid yang ada di dada orang2 Sasak Lombok. Dengan demikian saya memperediksi Tanah Wakaf Milik Allah yang terluas di dunia adalah di Lombok. Setidaknya jika dihitung secara proporsinal menurut jumlah penduduk muslimnya. Wallahu aklam.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Narmada, 25 Januari 2013